<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758</id><updated>2011-08-03T10:33:07.388-07:00</updated><category term='18+'/><category term='Anak'/><title type='text'>Blog Psikologi  Tazkiyatun Nafs</title><subtitle type='html'>:: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. ( Al-Fajr : 27-30 ) ::</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1464483152329318877</id><published>2010-06-30T02:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T22:59:27.602-07:00</updated><title type='text'>Nafs</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Written by Henri Shalahuddin&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TCsPv2_z2KI/AAAAAAAAAP0/v4u2ERb9Cm0/s1600/lovefourteen.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TCsPv2_z2KI/AAAAAAAAAP0/v4u2ERb9Cm0/s200/lovefourteen.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Manusia bagi Karl Marx disetir oleh perutnya (ekonomi) dan bagi Sigmund Freud oleh libido seksnya alias kemaluannya. Ketika berhijrah di abad ke 7 M, Nabi sudah menyinggung temuan Marx dan Freud. Orang berhijrah itu disetir oleh tiga orientasi : seks, materi dan idealisme atau keimanan (lillah wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan kedua dorongan jiwa hewani dan nabati itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semua perilaku manusia hakekatnya disetir oleh jiwa atau nafs-nya. Tapi nafs mempunyai banyak anggota, yang oleh al-Ghazzali disebut tentara hati (junud al-qalbi). Anggota nafs dalam al-Qur’an diantaranya adalah qalb (hati), ruh (roh), aql (akal) dan iradah (kehendak) dsb. Al-Qur’an menyebut kata nafs sebanyak 43 kali, 17 kali kata qalb-qulub, 24 kali kata ta’aqilun (berakal), dan 6 kali kata ruh-arwah. Itulah, modal manusia untuk hidup di dunia. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjelaskan peran qalb dalam hidup manusia. Menurutnya, aspek penentu hakekat manusia adalah segumpal darah (mudghah), yang disebut qalb.&amp;nbsp; Gumpalan itulah yang menjadi penentu kesalehan dan kejahatan jasad manusia (HR. Sahih Bukhari). Karena begitu menentukannya fungsi qalb itulah Allah hanya melihat qalb manusia dan tidak melihat penampilan dan hartanya. (HR. Ahmad ibn Hanbal).&amp;nbsp; Sejatinya, qalb adalah wajah lain dari nafs, maka dari itu qalb atau nafs manusia itu bertingkat-tingkat. Para ulama menemukan tujuh tingkatan nafs dari dalam al-Qur’an: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, nafs al-ammarah bi al-su’, atau nafsu pendorong kejahatan. Ini adalah tingkat nafs paling rendah yang melahirkan sifat-sifat seperti takabbur, kerakusan, kecemburuan, nafsu syahwat, ghibah, bakhil dsb. Nafsu ini harus diperangi.&amp;nbsp; Kedua, nafs al-lawwamah. Ini adalah nafs yang memiliki tingkat kesadaran awal melawan nafs yang pertama. Dengan adanya bisikan dari qalb-nya, nafs menyadari kelemahannya dan kembali kepada kemurniannya. Jika ini berhasil maka ia akan dapat meningkatkan diri kepada tingkat diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat ketiga adalah Nafs al-Mulhamah atau jiwa yang terilhami. Ini adalah tingkat jiwa yang memiliki tindakan dan kehendak yang tinggi. Jiwa ini lebih selektif dalam menyerap prinsip-prinsip. Ketika nafs ini merasa terpuruk kedalam kenistiaan, segera akan terilhami untuk mensucikan amal dan niatnya.&amp;nbsp; Keempat, Nafs al-mutma’innah atau jiwa yang tenang. Jiwa ini telah mantap imannya dan tidak mendorong perilaku buruk. Jiwa yang tenang yang telah menomor duakan nikmat materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Nafs al-Radhiyah atau jiwa yang ridha. Pada tingkatan ini jiwa telah ikhlas menerima keadaan dirinya. Rasa hajatnya kepada Allah begitu besar. Jiwa inilah yang diibaratkan dalam doa: Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi (Tuhanku engkau tujuanku dan ridhaMu adalah kebutuhanku). Keenam, Nafs al-Mardhiyyah, adalah jiwa yang berbahagia. Tidak ada lagi keluhan, kemarahan, kekesalan. Perilakunya tenang, dorongan perut dan syhawatnya tidak lagi bergejolak dominan.&amp;nbsp; Ketujuh, Nafs al-Safiyah adalah jiwa yang tulus murni. Pada tingkat ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna. Jiwanya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Jiwanya sejalan dengan kehendakNya. Perilakunya keluar dari nuraninya yang paling dalam dan tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah jiwa manusia. Ada pergulatan antara jiwa hewani yang jahat dengan jiwa yang tenang. Ada peningkatan pada jiwa-jiwanya yang tenang itu. Sahabat Nabi Sufyan al-Thawri pernah mengatakan bahwa dia tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih kuat dari nafsunya; terkadang nafsu itu memusuhinya dan terkadang membantunya. Ibn Taymiyyah menggambarkan pergulatan itu bersumber dari dua bisikan: bisikan syetan (lammat a-syaitan) dan bisikan malaikat )lammat al-malak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan nafsu jahat banyak caranya. Sahabat Nabi Yahya ibn Mu’adh al-Razi memberikan tipsnya. Ada empat pedang untuk memerangi nafsu jahat: makanlah sedikit, tidurlah sedikit, bicaralah sedikit dan sabarlah ketika orang melukaimu… maka nafs atau ego itu akan menuruti jalan ketaatan, seperti penunggang kuda dalam medan perang. Memerangi nafsu jahat ini menurut Nabi adalah jihad. Sabdanya “Pejuang adalah orang yang memperjuangkan nafs-nya dalam mentaati Allah”&amp;nbsp; (al-Mujahidu man jahadi nafsahu fi ta’at Allah ‘azza wa jalla). (HR.Tirmidhi, Ibn Majah, Ibn Hibban, Tabrani, Hakim dsb). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan diri dalam al-Qur’an juga dianggap penyakit (QS 2:10). Sementara Nabi mengajarkan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Para ulama pun lantas berfikir kreatif. Ayat-ayat dan ajaran-ajaran Nabi pun dirangkai diperkaya sehingga membentuk struktur pra-konsep. Dari situ menjadi struktur konsep dan akhirnya menjadi disiplin ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tentang jiwa atau nafs itu pun lahir dan disebut Ilm-al Nafs, atau Ilm-al Nafsiyat (Ilmu tentang Jiwa). Ketika Ilmu al-Nafs berkaitan dengan ilmu kedokteran (tibb), maka lahirlah istilah al-tibb al-ruhani (kesehatan jiwa) atau tibb al-qalb (kesehatan mental). Tidak heran jika penyakit gangguan jiwa diobati melalui metode kedokteran yang dikenal dengan&amp;nbsp; istilah al-Ilaj al-nafs (psychoteraphy). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ilmu al-Nafs ditemukan bahwa raga dan jiwa berkaitan erat, demikian pula penyakitnya. Psikolog Muslim asal Persia Abu Zayd Ahmed ibn Sahl al-Balkhi (850-934), menemukan teori bahwa penyakit raga berkaitan dengan penyakit jiwa. Alasannya, manusia tersusun dari jiwa dan raga. Manusia tidak dapat sehat tanpa memiliki keserasian jiwa dan raga. Jika badan sakit, jiwa tidak mampu berfikir dan memahami, dan akan gagal menikmati kehidupan. Sebaliknya, jika nafs atau jiwa itu sakit maka badannya tidak dapat merasakan kesenangan hidup. Sakit jiwa lama kelamaan dapat menjadi sakit fisik. Itulah sebabnya ia kecewa pada dokter yang hanya fokus pada sakit badan dan meremehkan sakit mental. Maka dalam bukunya Masalih al-Abdan wa al-Anfus, ia mengenalkan istilah al-Tibb al-Ruhani (kedokteran ruhani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hakekatnya manusia yang dikuasai oleh dorongan nafsu hewani dan nabati saja, boleh jadi sedang sakit. Manusia sehat adalah manusia yang nafsunya dikuasai oleh akalnya, qalb-nya untuk taat pada Tuhannya. Itulah insan kamil yang memiliki jiwa yang tenang, yang kembali pada Tuhan dan masuk surganya dengan ridho dan diridhoi. Itulah manusia yang selama hidupnya menjadi sinar cahaya (misykat) bagi umat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1464483152329318877?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1464483152329318877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/nafs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1464483152329318877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1464483152329318877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/nafs.html' title='Nafs'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TCsPv2_z2KI/AAAAAAAAAP0/v4u2ERb9Cm0/s72-c/lovefourteen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1056988818661881632</id><published>2010-06-20T06:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T06:43:00.692-07:00</updated><title type='text'>Tips Mendisiplinkan Balita (Wajib Baca bagi Kaum Ibu)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4VhEzplUI/AAAAAAAAAPc/7DOJymyrYDI/s1600/timthumb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4VhEzplUI/AAAAAAAAAPc/7DOJymyrYDI/s200/timthumb.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SALAH satu tugas tersulit menjadi orangtua, –terutama ibu– adalah mendisiplinkan anak-anak di bawah lima tahun (balita). Kata “disiplin” berasal dari Bahasa Latin berarti mengajarkan atau memberi pelajaran. Ketika Anda mendisiplinkan anak balita Anda, maka itu berarti Anda mengajarkan mereka bagaimana berkelakuan baik dan bertindak secara aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena anak-anak tidak secara otomatis mengetahui bagaimana caranya bertindak secara aman dan berkelakuan baik. Maka tugas Anda sebagai orangtua, sebagaimana dilansir situs kesehatan www.orato.com, adalah menetapkan batasan-batasan tegas dan membantu anak-anak Anda untuk belajar bagaimana menjaga semua batasan tersebut. Sebelum peraturan-peraturan diterapkan, anak-anak harus senantiasa diingatkan berulang-ulang secara lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendisiplinkan Sejak Dini Berarti Membuat Balita Merasa Aman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika anak-anak mulai berjalan dan bergerak keliling, Anda harus mengajarkannya tentang kata “tidak”, ketika mereka mencoba untuk menyentuh sesuatu yang panas, tajam, atau benda kecil yang mudah tertelan. Anda mesti mengingatkan secara berulang-ulang, karena dia belum mampu untuk mengingat larangan tersebut. Bahkan jika beberapa detik sebelumnya Anda berkata “tidak”, maka dia akan cepat melupakannya. Atau bahkan jika dirinya terluka akibat benda-benda tajam, maka dia tetap akan mendekati benda tajam itu, karena ingatannya belumlah sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa-masa awal, Anda bisa saja mengalihkan perhatiannya terhadap benda-benda berbahaya itu dengan mainan lainnya yang lebih aman untuknya. Setelah dia menginjak usia 14-15 bulan, tindakan pengalihan akan lebih sulit. Kendati demikian, Anda harus tetap mengupayakan pendekatan-pendekatan persuasif yang positif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Mulailah dengan beberapa peraturan yang berkenaan dengan keamanan balita Anda, sesuai dengan pertumbuhan usianya…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa Tips Disiplin Penting:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mulailah dengan beberapa peraturan yang berkenaan dengan keamanan balita Anda. Setiap kali pertumbuhannya semakin meningkat dan semakin mengerti, maka Anda bisa menambah beberapa peraturan baru. Namun demikian, jika Anda memiliki banyak peraturan, maka Anda tidak akan bisa memaksakan semua peraturan itu secara konsisten, dan sang anak akan menjadi bingung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Berpikir positif! Katakanlah apa yang Anda inginkan untuk dilakukan anak Anda dengan bahasa yang jelas dan sederhana. Jika Anda hanya memberitahunya apa-apa yang tidak boleh dilakukan, kemungkinan dia tidak akan mengerti maksud Anda. Dalam artian, anak Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah Anda melarang sesuatu kepadanya. Dengan demikian –sebagai contoh– katakan kepadanya, “Duduklah di kursimu,” sebagai ganti perkataan, “Jangan berdiri di situ.” Atau katakan, “Berjalanlah perlahan-lahan,” sebagai ganti ucapan, “Jangan berlari.” Atau katakan, “Berkatalah dengan suara pelan,” sebagai ganti perkataan, “Jangan berteriak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Harus konsisten! Pertahankan peraturan-peraturan yang sama dari hari ke hari. Jangan mengubah sejumlah peraturan hanya karena Anda sedang dalam mood yang baik atau karena Anda sedang merayakan hari istimewa. Peraturan harus tetap ada untuk menjaga anak Anda senantiasa aman, dan hal itu tak bisa diubah-ubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Peraturan bukan hanya merefleksikan kepribadian para orangtua, tapi juga demi kebaikan anak-anak…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pastikan bahwa semua orang dewasa yang hidup bersamaan dengan anak Anda juga mengetahui berbagai peraturan itu, dan paksa juga mereka untuk menghormatinya. Peraturan bukan hanya merefleksikan kepribadian-kepribadian para orangtua, tapi juga demi kebaikan anak-anak. Komunikasi di antara orangtua –dengan melepaskan ‘bagasi-bagasi’ emosional mereka– sanga penting dalam kaitannya mendisiplinkan balita. Selain itu, penting juga bagi orangtua untuk mendiskusikan peraturan-peraturan itu dengan babysitter (penjaga anak-anak) atau pembantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Cara berteriak untuk mencegah tindakan anak jarang sekali berhasil. Bahkan jika cara berteriak itu berhasil di awal, maka anak-anak akan mengabaikannya berulang kali pada masa selanjutnya. Anak Anda tidak akan mendengarkan kandungan perkataan Anda, jika Anda berteriak kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencegahan adalah Strategi Terbaik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin baik pengetahuan Anda terhadap anak-anak Anda, maka semakin baik pula antisipasi yang Anda lakoni dalam berbagai situasi yang melibatkan mereka dalam masalah. Anak-anak Anda akan diam dan tenang jika mereka:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelelahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lapar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;terlalu bersemangat dan bergairah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;frustrasi karena terlalu banyak pilihan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tidak diperkenankan sama sekali untuk memilih pilihan apa pun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jadwalnya (apapun) berubah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berada di lingkungan yang tidak familiar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditunjukkan media-media atau benda-benda yang tidak cocok untuk usia mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tidak memiliki waktu yang cukup bersama ayah dan ibu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Bersikap tidak terlalu ketat dan juga tidak membiasakan hidup permisif, maka hal tersebut akan sangat membantu anak-anak merasa aman, nyaman, dicintai …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua orangtua pasti mencintai anak-anak mereka dan selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka. tak diragukan lagi, Anda sebagai ibu memiliki peran penting dan signifikan terhadap perkembangan anak-anak Anda. Jika Anda bisa menghindari ‘perebutan kekuasaan’ dan mencegah kelakuan buruk mereka sebelum terjadi, maka Anda bisa memelihara hubungan baik dengan anak-anak. Dan di waktu yang sama, Anda akan dengan mudah mengajarkan mereka berbagai life skill (ketrampilan hidup).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersikap tidak terlalu ketat dan juga tidak membiasakan hidup permisif, maka hal tersebut akan sangat membantu anak-anak merasa aman, nyaman, dicintai. Karena mereka menyadari bahwa orangtua mereka mengizinkan mereka untuk mengekspresikan diri dengan batasan-batasan yang aman. [ganna pryadha/voa-islam.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1056988818661881632?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1056988818661881632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/tips-mendisiplinkan-balita-wajib-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1056988818661881632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1056988818661881632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/tips-mendisiplinkan-balita-wajib-baca.html' title='Tips Mendisiplinkan Balita (Wajib Baca bagi Kaum Ibu)'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4VhEzplUI/AAAAAAAAAPc/7DOJymyrYDI/s72-c/timthumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1151479506054901847</id><published>2010-06-18T00:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T06:46:28.361-07:00</updated><title type='text'>Adakah yang mencintaiku ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pernahkah terbesit dihati kita satu ungkapan, “Adakah yang mencintaiku?”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TBsyrZhkf5I/AAAAAAAAAOs/Q0dFsc5DwPU/s1600/28977_123855540988655_100000926307340_129732_8318243_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TBsyrZhkf5I/AAAAAAAAAOs/Q0dFsc5DwPU/s200/28977_123855540988655_100000926307340_129732_8318243_a.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sederhana memang kata yang terbentuk dari hanya lima huruf yaitu kata “CINTA”. Cerita atau kisahnya memang tiada akhir, tiada pernah ada ujung karena didalam melihatnya dari perspektif yang berbeda satu dengan yang lainnya. Memang tulisan ini bukanlah terlahir dari kata-kata Sang Pujangga, tetapi hanyalah perenungan sederhana dari kejadian yang tidak terduga. Hanya sebuah pesan singkat yang mengetuk hati untuk mencoba bertanya akan hakekat cinta “Adakah yang mencintaiku?”. “Ah memang sebuah pertanyaan bodoh” itu adalah sebuah komentar diakun Fb-saya “Fauzan Imtihan” ketika status ini ditulis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). ( Al- Baqarah : 165 )&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hupss.. Sudah siapkah kita untuk menyelami indah dan agungnya cinta ?. Ijinkanlah diri Anda untuk membaca kembali ayat cinta ini, cobalah terbuka menerima semuanya dan pahami, renungkanlah !!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TBsy7VTdtNI/AAAAAAAAAO0/bEs0Q05hjlc/s1600/28977_123857707655105_100000926307340_129734_1878980_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TBsy7VTdtNI/AAAAAAAAAO0/bEs0Q05hjlc/s320/28977_123857707655105_100000926307340_129734_1878980_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Baiklah mari kita urai rasa cinta itu pada sesama manusia, yang pertama adalah orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kita yaitu “Orang tua kita”. Subhanallah sungguh mulianya cinta orangtua bila dapat menjadikan anak-anaknya menjaga fitrahnya, sabda Rasulullah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Tiap-tiap anak dilahirkan berkeadaan fitrah (suci bersih), maka kedua-dua ibu bapanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majus"' (Riwayat Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian kita coba bahas secara ringkas juga arti dari teman atau sahabat. Semoga dengan adanya ayat berikut ini bisa menjadi peringatan kita dalam mengambil dan mengartikan “teman”. Adalah Ia yang mengajak kepada kesabaran dan kebenaran yang bisa dijadikan sebagai pendamping dalam hidup serta berhak mendapatkan gelar “teman”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.&amp;nbsp;( Ali Imran : 118 )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh hanyalah pada orang yang beriman ditananmkan pada hati mereka rasa kasih sayang itu, bukanlah kasih sayang yang semu tetapi yang menebarkan “Salaamun-alaikum” !!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al An’aam : 54 )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diakhir tulisan ini satu ayat yang menerangkan akan arti hakekat cinta ditujukan kepada “hati”, “hati” yang merindukan cinta suci tidak ternodai yang akan menghantarkan satu kesatuan cinta terintegral didalam kehidupan kita entah itu cinta kepada keluarga, pasangan hidup kita, teman atau sahabat kita serta mahluk disemesta alam. Semoga pertanyaan ini terjawab “Masih adakah yang mencintaiku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, ( Al Hujuraat : 7 )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1151479506054901847?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1151479506054901847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/adakah-yang-mencintaiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1151479506054901847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1151479506054901847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/06/adakah-yang-mencintaiku.html' title='Adakah yang mencintaiku ?'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TBsyrZhkf5I/AAAAAAAAAOs/Q0dFsc5DwPU/s72-c/28977_123855540988655_100000926307340_129732_8318243_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-403375715893777326</id><published>2010-05-26T03:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T19:06:51.998-07:00</updated><title type='text'>Mahar Dariku dan Kembali Untukku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS. Ar-Rum: 21)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_z621k_9mI/AAAAAAAAAN0/nc88Y2cU8DU/s1600/cincin-kawin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_z621k_9mI/AAAAAAAAAN0/nc88Y2cU8DU/s200/cincin-kawin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku Ikhwan dan Akhwat yang disayangi Allah SWT, rasanya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita baik bagi yang sudah membina rumah tangga atau yang belum dengan satu ayat ini yang sering dicantumkan dikartu undangan walimahan. Qur’an surah Ar Rum 21 yang menggambarkan betapa indahnya sebuah rumah tangga yang dibentuk dalam bingkai Qur’an dan Sunah. Sungguh sebuah jalan pintas yang diberikan oleh Allah bagi siapa  saja yang mendambakan surga.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Aisyah berkata, Rasulullah Saw bersabda: "Apabila seorang hamba menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka, bertakwalah kepada Allah pada setengahnya lagi" (HR. al-Baihaki)Rasulullah Saw bersabda: "Ada empat hal yang termasuk sunnah para Nabi : Malu, memakai wangi-wangian, siwak dan nikah" (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengatakan, bahwa : "Nikah adalah sunnahku, dan barang siapa yang tidak menyukai sunnahku (menikah), maka ia bukan termasuk ummat dan golonganku"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku Ikhwan dan Akhwat yang disayangi Allah SWT dalam merencanakan sebuah pernikahan mari kita perhatikan sabda Rasulullah dalam memilih pasangan hidup didunia ini dan Insyaallah semoga bisa juga menemani di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nikahilah wanita kerana 4 perkara, hartanya, kecantikannya, keturunannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, pasti engkau beruntung"&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Mari kita renungkan bersama mengapa Rasulullah begitu menganjurkan memilih “agama” dibandingkan dengan harta, kecantikan atau keturunan dalam memilih pasangan jiwa, dan ini dapat dikaitkan juga dengan masalah mahar yang menjadi syarat syah dalam pernikahan. Walaupun Rasulullah tidak melarang seorang wanita menentukan mahar yang diinginkan sesuai kemauannya karena itu merupakan hak baginya. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Rasulullah saw bersabda: "Apakah kamu mempunyai sesuatu untuk mas kawinnya?" Laki-laki itu menjawab: "Tidak" Rasulullah saw bersabda kembali: "Carilah sekalipun sebuah cincin dari besi" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling ringan mas kawinnya" (HR. Hakim dan Baihaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta akan musnah, ditinggalkan didunia yang fana dan diri ini akhirnya hanya berbalut kain kafan putih yang tidak berharga. Kecantikan atau ketampanan hanya akan menjadi fitnah dunia bila tidak berhati-hati dalam menjaganya, gurat kerutan wajah itupun akan bertambah dengan seiring berlalunya waktu. Bukanlah seorang Srikandi atau Satria yang membangga-banggakan kesuksesan silsilah keluarganya, tapi “Inilah Aku” yang menorehkan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sauadaraku Ikhwan dan Akhwat yang disayangi Allah SWT bersegerahlah dalam mempersiapkan mahar dari sekarang  untuk calon pasangan jiwa kita dan yakinlah cerminan mahar yang telah kita buat adalah Isteri atau Suami yang menjadi pendamping hidup kita. Mahar dariku dan kembali untukku, wahai saudaraku Ikhwan dan Akhwat yang disayangi Allah SWT, inilah mahar yang sebenarnya yang dapat membeli yang tak terbeli oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). ( An Nuur : 26 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-403375715893777326?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/403375715893777326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/mahar-dariku-dan-kembali-untukku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/403375715893777326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/403375715893777326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/mahar-dariku-dan-kembali-untukku.html' title='Mahar Dariku dan Kembali Untukku'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_z621k_9mI/AAAAAAAAAN0/nc88Y2cU8DU/s72-c/cincin-kawin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-2000605261737211730</id><published>2010-05-16T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T23:03:01.920-07:00</updated><title type='text'>KODE  ETIK PSIKOLOGI  INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KODE&amp;nbsp; ETIK&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PSIKOLOGI&amp;nbsp; INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pedoman Pelaksanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUKADIMAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesadaran diri atas nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog menghormati harkat dan martabat manusia serta menjunjung tinggi terpeliharanya hak-hak asasi manusia. Dalam kegiatannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog Indonesia mengabdikan dirinya untuk meningkatkan pengetahuan&amp;nbsp; tentang perilaku manusia dalam bentuk pemahaman bagi dirinya dan pihak lain serta memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan tersebut bagi kesejahteraan manusia. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran diri tersebut merupakan dasar bagi Ilmuwan Psikologi dan Psikolog Indonesia untuk selalu berupaya melindungi kesejahteraan mereka yang meminta jasa/praktik beserta semua pihak yang terkait dalam jasa/praktik tersebut atau pihak yang menjadi obyek studinya. Pengetahuan dan keterampilan&amp;nbsp; yang dimiliki hanya digunakan untuk tujuan yang taat asas berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 serta nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya dan mencegah penyalahgunaannya oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan kebebasan menyelidiki dan berkomunikasi dalam melaksanakan kegiatannya di bidang penelitian,&amp;nbsp; pengajaran, pelatihan, jasa/praktik konsultasi dan publikasi dipahami oleh Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dengan penuh tanggung jawab. Kompetensi dan obyektivitas dalam menerapkan kemampuan profesional terikat dan sangat memperhatikan pemakai jasa, rekan sejawat, dan masyarakat pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok pikiran tersebut dirumuskan dalam KODE ETIK PSIKOLOGI INDONESIA sebagai perangkat nilai-nilai untuk ditaati dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan selaku Ilmuwan Psikologi dan Psikolog di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). ILMUWAN PSIKOLOGI adalah para lulusan perguruan tinggi dan universitas di dalam maupun di luar negeri, yaitu mereka yang telah mengikuti pendidikan dengan kurikulum nasional (SK Mendikbud No. 18/D/O/1993) untuk pendidikan program akademik (Sarjana Psikologi); lulusan pendidikan tinggi strata 2 (S2) dan strata 3 (S3) dalam bidang psikologi, yang pendidikan strata (S1) diperoleh bukan dari fakultas psikologi. Ilmuwan Psikologi yang tergolong kriteria tersebut dinyatakan DAPAT MEMBERIKAN JASA PSIKOLOGI TETAPI TIDAK BERHAK DAN TIDAK BERWENANG UNTUK MELAKUKAN PRAKTIK PSIKOLOGI DI INDONESIA.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b). PSIKOLOG adalah Sarjana Psikologi yang telah mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) dengan kurikulum lama (Sistem Paket Murni) Perguruan Tinggi Negeri (PTN); atau Sistem Kredit Semester (SKS) PTN; atau Kurikulum Nasional (SK Mendikbud No. 18/D/O/1993) yang meliputi pendidikan program akademik sarjana Psikologi) dan program pendidikan profesi (Psikolog); atau kurikulum lama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sudah mengikuti ujian negara sarjana psikologi; atau pendidikan tinggi psikologi di luar negeri yang sudah mendapat akreditasi dan disetarakan dengan psikolog Indonesia oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas RI). Sarjana Psikologi dengan kriteria tersebut dinyatakan BERHAK DAN BERWENANG untuk melakukan PRAKTIK PSIKOLOGI di wilayah hukum Negara Republik Indonesia. Sarjana Psikologi menurut kriteria ini juga dikenal dan disebut sebagai PSIKOLOG. Untuk melakukan praktik psikologi maka Sarjana Psikologi yang tergolong kriteria ini DIWAJIBKAN MEMILIKI IZIN PRAKTIK PSIKOLOGI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c). JASA PSIKOLOGI adalah jasa kepada perorangan atau&amp;nbsp; kelompok/ organisasi/institusi yang diberikan oleh ilmuwan psikologi Indonesia sesuai kompetensi dan kewenangan keilmuan psikologi di bidang pengajaran, pendidikan, pelatihan, penelitian, penyuluhan masyarakat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;d). PRAKTIK PSIKOLOGI adalah kegiatan yang dilakukan oleh psikolog dalam memberikan jasa dan praktik kepada masyarakat dalam pemecahan masalah psikologis yang bersifat individual maupun kelompok dengan menerapkan prinsip psikodiagnostik. Termasuk dalam pengertian praktik psikologi tersebut adalah terapan prinsip psikologi yang berkaitan dengan melakukan kegiatan DIAGNOSIS, PROGNOSIS, KONSELING, dan PSIKOTERAPI.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;e). PEMAKAI JASA PSIKOLOGI adalah perorangan, kelompok, lembaga atau organisasi/institusi yang menerima dan meminta jasa/praktik psikologi. Pemakai Jasa juga dikenal dengan sebutan KLIEN. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog mengutamakan kompetensi, obyektivitas, kejujuran, menjunjung tinggi integritas dan norma-norma keahlian serta menyadari konsekuensi tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAS KEILMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Psikologi dan Psikolog menyadari sepenuhnya batas-batas ilmu psikologi dan keterbatasan keilmuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERILAKU DAN CITRA PROFESI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;            &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog harus menyadari bahwa dalam melaksanakan keahliannya wajib mempertimbangkan dan mengindahkan etika dan nilai-nilai moral yang berlaku dalam masyarakat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b). lmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menyadari bahwa perilakunya dapat mempengaruhi citra Ilmuwan Psikologi dan Psikolog serta profesi psikologi.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN PROFESIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN ANTAR REKAN PROFESI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai, menghormati dan menjaga hak-hak serta nama baik rekan profesinya, yaitu sejawat akademisi Keilmuan Psikologi/Psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog seyogianya saling memberikan umpan balik untuk peningkatan keahlian profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib mengingatkan rekan profesinya dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran kode etik psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Apabila terjadi pelanggaran kode etik psikologi yang di luar batas kompetensi dan kewenangan maka wajib melaporkan kepada organisasi profesi. &lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN DENGAN PROFESI LAIN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai, menghormati kompetensi dan&amp;nbsp; kewenangan rekan dari profesi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib mencegah dilakukannya pemberian jasa atau praktik psikologi oleh orang atau pihak lain yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBERIAN JASA/PRAKTIK PSIKOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN KEGIATAN SESUAI BATAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEAHLIAN/KEWENANGAN &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;        &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog hanya memberikan jasa/praktik psikologi dalam hubungannya dengan kompetensi yang bersifat obyektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pengaturan terapan keahlian Ilmuwan Psikologi dan Psikolog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dalam memberikan jasa/praktik psikologi wajib menghormati hak-hak lembaga/organisasi/institusi tempat melaksanakan kegiatan di bidang pelayanan, pelatihan, dan pendidikan sejauh tidak bertentangan dengan kompetensi dan kewenangannya.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP PROFESIONAL DAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERLAKUAN TERHADAP PEMAKAI JASA ATAU KLIEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan jasa/praktik psikologi kepada pemakai jasa atau klien, baik yang bersifat perorangan, kelompok, lembaga atau organisasi/institusi sesuai dengan keahlian dan kewenangannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog berkewajiban untuk:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Mengutamakan dasar-dasar profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Memberikan jasa/praktik kepada semua pihak yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Melindungi klien atau pemakai jasa dari akibat yang merugikan sebagai dampak jasa/praktik yang diterimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Mengutamakan ketidak berpihakan dalam kepentingan pemakai jasa atau klien dan pihak-pihak yang terkait dalam pemberian pelayanan tersebut.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;e). Dalam hal pemakai jasa atau klien yang menghadapi kemungkinan akan terkena dampak negatif yang tidak dapat dihindari akibat pemberian jasa/praktik psikologi yang dilakukan oleh Ilmuwan Psikologi dan Psikolog maka pemakai jasa atau klien tersebut harus diberitahu.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAS KESEDIAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghormati dan menghargai&amp;nbsp; hak pemakai jasa atau klien untuk menolak keterlibatannya dalam pemberian jasa/praktik psikologi, mengingat asas sukarela yang mendasari pemakai jasa dalam menerima atau melibatkan diri dalam&amp;nbsp; proses pemberian jasa/praktik psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi hasil pemeriksaan psikologik tentang klien atau pemakai jasa psikologi hanya boleh dilakukan oleh Psikolog berdasarkan kompetensi dan kewenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMANFAATAN DAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAMPAIAN HASIL PEMERIKSAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan hasil pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam praktik psikologi. Penyampaian hasil pemeriksaan psikologik diberikan dalam bentuk dan bahasa yang mudah dipahami klien atau pemakai jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERAHASIAAN DATA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN HASIL PEMERIKSAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib memegang teguh rahasia yang menyangkut klien atau pemakai jasa psikologi dalam hubungan dengan pelaksanaan kegiatannya. Dalam hal ini keterangan atau data mengenai klien yang diperoleh Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dalam rangka pemberian jasa/praktik psikologi wajib mematuhi hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Dapat diberikan hanya kepada yang berwenang mengetahuinya dan hanya memuat hal-hal yang langsung dan berkaitan dengan tujuan pemberian jasa/praktik psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Dapat didiskusikan hanya dengan orang-orang atau pihak yang secara langsung berwenang atas diri klien atau pemakai jasa psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Dapat dikomunikasikan dengan bijaksana secara lisan atau tertulis kepada pihak ketiga hanya bila pemberitahuan ini diperlukan untuk kepentingan klien, profesi, dan akademisi. Dalam kondisi tersebut identitas orang atau klien yang bersangkutan tetap dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Keterangan atau data klien dapat diberitahukan kepada orang lain atas persetujuan klien atau penasehat hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e). Jika klien masih kanak-kanak atau orang dewasa yang tidak mampu untuk memberikan persetujuan secara sukarela, maka Psikolog wajib melindungi orang-orang ini agar tidak mengalami hal-hal yang merugikan.&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENCANTUMAN IDENTITAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI PRAKTIK PSIKOLOGI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala keterangan yang diperoleh dari kegiatan praktik psikologi sesuai keahlian yang dimilikinya, pada pembuatan laporan secara tertulis Psikolog yang bersangkutan wajib membubuhkan tanda tangan, nama jelas, dan nomor izin praktik sebagai&amp;nbsp; bukti pertanggungjawaban.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNYATAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNYATAAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;              &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Dalam memberikan pernyataan dan keterangan/penjelasan ilmiah kepada masyarakat umum melalui berbagai jalur media baik lisan maupun tertulis, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog bersikap bijaksana, jujur, teliti, hati-hati, lebih mendasarkan pada kepentingan umum daripada pribadi atau golongan, dengan berpedoman pada dasar ilmiah dan disesuaikan dengan bidang keahlian/kewenangan selama tidak bertentangan dengan kode etik psikologi. Pernyataan yang diberikan Ilmuwan Psikologi dan Psikolog mencerminkan keilmuannya, sehingga masyarakat dapat menerima dan memahami secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Dalam melakukan publikasi keahliannya, Ilmuwan Psikologi dan Psikolog bersikap bijaksana, wajar dan jujur dengan memperhatikan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk menghindari kekeliruan penafsiran serta menyesatkan masyarakat pengguna jasa psikologi.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARYA CIPTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN TERHADAP KARYA CIPTA PIHAK LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMANFAATAN KARYA CIPTA PIHAK LAIN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya cipta psikologi dalam bentuk buku dan alat tes atau bentuk lainnya harus dihargai dan dalam pemanfaatannya hendaknya memperhatikan ketentuan perundangan mengenai hak cipta atau hak intelektual yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai karya cipta pihak lain sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog tidak dibenarkan untuk mengutip, menyadur hasil karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog tidak dibenarkan menggandakan, memodifikasi, memproduksi, menggunakan baik sebagian maupun seluruh karya orang lain tanpa mendapatkan izin dari pemegang hak cipta. &lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGGUNAAN DAN PENGUASAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARANA PENGUKURAN PSIKOLOGIK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib membuat kesepakatan dengan lembaga/institusi/organisasi tempat bekerja mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah pengadaan, pemilikan, penggunaan, penguasaan sarana pengukuran. Ketentuan mengenai hal ini diatur tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menjaga agar sarana pengukuran agar tidak dipergunakan oleh orang-orang yang tidak berwenang dan yang tidak berkompeten.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAWASAN PELAKSANAAN KODE ETIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELANGGARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penyalahgunaan wewenang di bidang keahlian psikologi dan setiap pelanggaran terhadap Kode Etik Psikologi Indonesia dapat dikenakan sanksi organisasi oleh aparat organisasi yang berwenang sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga Himpunan Psikologi Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Psikologi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYELESAIAN MASALAH PELANGGARAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KODE ETIK PSIKOLOGI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;            &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Penyelesaian masalah pelanggaraan Kode Etik Psikologi Indonesia oleh Ilmuwan Psikologi dan Psikolog dilakukan oleh Majelis Psikologi dengan memperhatikan laporan dan memberi kesempatan membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Apabila terdapat masalah etika dalam pemberian jasa/praktik psikologi yang belum diatur dalam Kode Etik Psikologi Indonesia maka Himpunan Psikologi Indonesia wajib mengundang Majelis Psikologi untuk membahas dan merumuskannya, kemudian disahkan dalam kongres.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;PERLINDUNGAN TERHADAP ILMUWAN PSIKOLOGI DAN PSIKOLOG &lt;/span&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a). Ilmuwan Psikologi atau Psikolog tidak ikut serta dalam kegiatan di mana orang lain dapat menyalahgunakan keterampilan dan data mereka, kecuali ada mekanisme yang dapat memperbaiki penyalahgunaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Apabila Ilmuwan Psikologi atau Psikolog mengetahui tentang adanya penyalahgunaan atau kesalahan dalam pemaparan atau pemberitahuan tentang pekerjaan mereka, maka Ilmuwan Psikologi atau Psikolog mengambil langkah-langkah yang layak untuk memperbaiki atau memperkecil penyalahgunaan atau kesalahan dalam pemaparan/ pemberitaan itu.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik Psikologi Indonesia ini disertai lampiran, yaitu Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Psikologi Indonesia. Lampiran tersebut tidak terpisahkan dari kode etik ini, dan sifatnya menjelaskan dan melengkapi Kode Etik Psikologi Indonesia.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 22 Oktober 2000 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kongres VIII Himpunan Psikologi Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-2000605261737211730?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/2000605261737211730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/kode-etik-psikologi-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/2000605261737211730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/2000605261737211730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/kode-etik-psikologi-indonesia.html' title='KODE  ETIK PSIKOLOGI  INDONESIA'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-2889568291386913945</id><published>2010-05-16T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T23:04:21.435-07:00</updated><title type='text'>Peta Kampus UMS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_DFVtjD5FI/AAAAAAAAANs/vlyTq3yna-w/s1600/peta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="347" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_DFVtjD5FI/AAAAAAAAANs/vlyTq3yna-w/s400/peta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KETERANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;1 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Rektorat, Masjid Kampus &amp;amp; BAU &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Islamic Center &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Auditorium &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Bookstore &amp;amp; Computer Shop &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung A &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung F (F. Teknik) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung B &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung G (F. Ekonomi) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung C &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;(F. Keguruan &amp;amp; Ilmu Pend.) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung H (F. Teknik) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung E &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;17 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung J &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung I &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung L &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;(F.Psikologi &amp;amp; Pascasarjana) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Gedung K (F. Farmasi) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: GOR &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Bank BPD (Bank Jateng) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Perpustakaan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Loket dan Koperasi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: Bank Bukopin &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#ecf0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: BAA &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#d9e0ff" valign="top"&gt;&lt;span class="style1"&gt;: MMC &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-2889568291386913945?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/2889568291386913945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/peta-kampus-ums.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/2889568291386913945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/2889568291386913945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/peta-kampus-ums.html' title='Peta Kampus UMS'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/S_DFVtjD5FI/AAAAAAAAANs/vlyTq3yna-w/s72-c/peta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1096071049866642663</id><published>2010-05-13T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T07:07:37.345-07:00</updated><title type='text'>Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami</title><content type='html'>&lt;table border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" id="AutoNumber2" style="border-collapse: collapse; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left; width: 200px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; width: 400px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; width: 300px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="paragraf1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="paragraf1" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.pikirdong.org/images/icon/dita.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="30" src="http://www.pikirdong.org/images/icon/dita.gif" width="35" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam  Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5  Agustus 2007, berhasil dirumuskan arah haluan organisasi Asosiasi Psikologi  Islami (API) 2007-2010. Di dalamnya ada 10 proritas Asosiasi Psikologi Islami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="verdana0" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" border="0" height="107" src="http://www.pikirdong.org/images/sponsor/api.jpg" width="108" /&gt;Prioritas  utama adalah memantapkan eksistensi organisasi. Eksistensi organisasi terlihat  dari adanya kepengurusan dan berlangsungnya Kongres III serta adanya temu ilmiah  nasional. Untuk Kongres III 2010 sudah berhasil disepakati Fakultas Psikologi  UIN Sunan Syarif Kasim Pekanbaru Riau. Bukan hanya dekan Fakultas Psikologi UIN  yang sudah menyatakan oke. Rektornya pun seudah menyatakan kesediaan saat  dikontak oleh seorang dewan pakar Asosiasi Psikologi Islami Prof Dr Achmad  Mubarok di arena Kongres II.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selain penyelenggaraan kongres dan pra kongres, adanya koordinasi antar pengurus  di pusat dan di wilayah, adanya koordinasi yang aktif antara pusat dan wilayah  dan terselenggaranya koordinasi Asosiasi Psikologi Islami dengan Himpunan  Psikologi Indonesia (Himpsi) juga termasuk prioritas pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas kedua adalah mendirikan wilayah atau cabang API. Setelah lima tahun  berhasil menghimpun lebih dari 100 ahli dan peminat psikologi Islami, Asosiasi  Psikologi Islami akan mendirikan wilayah API berdasar propinsi atau kelompok  kabupaten/kota. Berbagai kelompok kota siap untuk membuka wilayah API, yaitu  Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Malang, Bandung, Jakarta, Makassar, dan  Pekanbaru. Selain itu, akan diupayakan juga pembukaan wilayah di Palembang,  Padang, Aceh, dan Medan. Kita juga akan berusaha mendirikan API wilayah Kuala  Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas ketiga adalah memapankan Pengembangan Ilmu. Asosiasi Psikologi Islami  memiliki peran vital dalam pengembangan keilmuan psikologi Islami. Asosiasi  bertugas untuk memfasilitasi adanya pertemuan ilmiah dan penerbitan ilmiah yang  bersifat rutin. Apa yang sudah pernah dilakukan, yaitu Temu Ilmiah Nasional  Psikologi Islami I di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, semestinya  dalam dilakukan setiap tahun sekali. Apa yang sudah dilakukan dengan penerbitan  jurnal sebanyak dua kali dalam satu tahun, juga sangat patut dilestarikan.  Penerbitan ilmiah dalam bentuk prosiding juga patut diprioritaskan sebagai  sarana untuk memapankan pengembangan keilmuan psikologi Islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas keempat adalah Penguatan Keuangan Lembaga. Sejauh ini keuangan  Asosiasi Psikologi Islami boleh dibilang kembang kempis. Ke depan, perlu  dilakukan upaya yang keras dan sungguh-sungguh agar Asosiasi Psikologi Islami  memiliki basis keuangan yang memadai. Untuk itu, Asosiasi Psikologi Islami perlu  merancang program yang dapat dijual sehingga menjadikan Asosiasi Psikologi  Islami memiliki kemampuan swadaya. Sebagai gambaran, API perlu memiliki kegiatan  yang dapat dijual kepada sarjana dan mahasiswa psikologi dan ilmu-ilmu agama  Islam, sebagaimana HIMPSI memiliki pelatihan psikodiagnostik atau pelatihan tes  tertentu. Dari sana ada dana tetap untuk API. Di samping itu, Asosiasi Psikologi  Islami perlu memiliki jaringan yang luas dengan para donatur yang memiliki  simpati terhadap pengembangan psikologi Islami. Donasi itu dapat berupa hibah  dan dapat pula berupa infaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keuangan yang kuat, berbagai program yang direncanakan akan dapat  diwujudkan secara baik dan lancar. Tanpa keuangan yang memadai, Asosiasi  Psikologi Islami harus mengandalkan satu dua orang untuk menopang kegiatannya  dan tentu hal ini kurang sehat bagi eksistensi organisasi.&lt;br /&gt;Prioritas kelima adalah Merintis Jalan Profesi Psikologi Islami. Asosiasi  Psikologi Islami, di samping bergerak dalam keilmuan, juga semestinya melakukan  tugas aplikasi ilmu. Aplikasi ilmu psikologi Islami perlu dilakukan dalam  kerangka profesi. Oleh karena itu, ke depan, Asosiasi Psikologi Islami perlu  untuk merintis jalan baru, yaitu menjadikan psikologi Islami sebagai profesi  dalam psikologi. Hal ini adalah sesuatu yang dimungkinkan secara kelembagaan,  karena semua asosiasi/ikatan yang ada dalam naungan Himpunan Psikologi Indonesia  (Himpsi) dapat melakukan aktivitas keilmuan dan profesi sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas keenam adalah Memperluas Jaringan Kerja dengan Organisasi Lain. Sejauh  ini mitra utama psikologi Islami adalah asosiasi/ikatan psikologi yang ada di  lingkungan Himpunan Psikologi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi Islam. Ke  depan, Asosiasi Psikologi Islami harus melestarikan dan mengembangkan kemitraan  yang sudah terjalin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang dari itu, Asosiasi Psikologi Islami juga perlu membangun kemitraan  dengan berbagai lembaga keagamaan, sosial dan pendidikan yang sudah ada, baik di  dalam maupun di luar negeri. Manfaat yang diharapkan adalah meningkatkatnya  kebermanfaatan psikologi Islami, menguatkan eksistensi psikologi Islami, dan  memperkuat keuangan Asosiasi Psikologi Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas ketujuh adalah Mengaktifkan Jaringan Perguruan Tinggi Islam. Fakultas/Program  Studi Psikologi yang berada dalam naungan perguruan tinggi Islam adalah tempat  persemaian utama psikologi Islami. Di tempat inilah dilakukan proses  pengembangan, pendidikan dan pengajaran psikologi Islami yang memungkinkan  banyak orang dapat mempelajari psikologi secara intensif. Kekuatan, pengalaman,  dan berbagai hal yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi Islam dapat  disinergikan dengan perguruan tinggi yang lain atas dasar amal shaleh dan saling  menguntungkan. Jaringan ini perlu difasilitasi agar dapat diselenggarakan secara  rutin dan mengambil peran penting dalam sosialisasi dan pengembangan psikologi  Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas kedelapan adalah Memberikan Penghargaan terhadap Insan yang Berjasa.  Asosiasi Psikologi Islami memberikan penghargaan terhadap terhadap ilmuwan dan  profesional yang bergerak dalam pengembangan psikologi Islami maupun bagi mereka  yang berjasa dalam membesarkan kelembagaan Asosiasi Psikologi Islami. Pemberian  penghargaan ini tidak harus diwujudkan dalam bentuk materi. Yang prinsip adalah  pengakuan akan kualifiksi keilmuan, profesi, dan jasa mereka terhadap keberadaan  psikologi Islami umumnya dan Asosiasi Psikologi Islami khususnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Prioritas kesembilan Melakukan Pengembangan SDM dan Pengkaderan. Anggota dan  pengurus Asosiasi Psikologi Islami perlu memperoleh kesempatan untuk  mengembangkan diri dengan cara memperoleh kesempatan mengikuti berbagai  aktivitas pengembangan SDM yang diselenggarakan Asosiasi Psikologi Islami maupun  yang diselenggarakan oleh lembaga lain. Pengembangan SDM dapat dilakukan dengan  memanfaatkan kelembagaan Asosiasi Psikologi Islami dengan cara membangun  networking dengan lembaga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi Psikologi Islami khususnya dan Psikologi Islami pada umumnya akan  memiliki kekuatan untuk eksis bila didukung oleh kader-kader yang disiapakan  secara baik. Kader-kader diharapkan memiliki visi keilmuan dan dakwah yang  menjadikannya memiliki semangat untuk mengembangkan wacana psikologi Islami dan  mengaktifkan Asosiasi Psikologi Islami. Pengkaderan dapat memanfaatkan aktivitas  belajar mengajar di perguruan tinggi yang menawarkan matakuliah Psikologi Islami,  (b) bekerjasama dengan Ikatan mahasiswa Muslim Indonesia (Imamupsi), dan  melakukan berbagai aktivitas education and training yang berkesinambungan.  Rekrutmen anggota muda juga dapat dilakukan sebagai bagian dari rencana  pengkaderan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas kesepuluh adalah Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat Luas. Sesuai  dengan prinsip agama, sesuatu yang baik adalah yang menghadirkan manfaat bagi  masyarakatnya. Oleh karena itu, kehadiran psikologi Islami harus bisa segera  dirasakan masyarakat. Aktivitas penulisan ilmiah populer di media massa, siaran  radio dalam bentuk konsultasi atau yang lain, &lt;i&gt;edutainment show&lt;/i&gt;, diskusi  masalah-masalah populer, adalah sejumlah contoh aktivitas yang diharapkan dapat  mempromosikan psikologi Islami dan Asosiasi Psikologi Islami. Kegiatan-kegiatan  ini diharapkan juga memiliki keterkaitan dengan keuangan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#111111" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; width: 300px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;div class="intermezzo"&gt;&lt;b&gt;Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;div class="intermezzo"&gt;© Desember 2008&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;div class="intermezzo"&gt;Penulis: H. Fuad Nashori&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="gababu"&gt;&lt;div class="intermezzo"&gt;Ahli Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai  Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi  dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1096071049866642663?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1096071049866642663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/garis-besar-haluan-organisasi-asosiasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1096071049866642663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1096071049866642663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/05/garis-besar-haluan-organisasi-asosiasi.html' title='Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-3464763746640386408</id><published>2010-03-22T01:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T19:08:53.545-07:00</updated><title type='text'>Rasa Kesepian Menular</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila ada satu individu yang merasa dirinya kesepian, maka individu lain yang berada dalam kelompok akan tertular. Demikian hasil riset terbaru yang diterbitkan Journal of Personality and Social Psychology di Amerika Serikat baru-baru ini.Riset itu menjaring 5,100 orang dan kelompok sosial mereka selama 10 tahun.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan hasil riset, peneliti menemukan fakta dimana rasa kesepian bisa menular diikuti dengan pemutusan hubungan dengan lingkungan sosial dan menyusuri situs jejaring sosial sebagai medium mencari teman.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Pada lingkungan terluar, masyarakat hanya memiliki sedikit teman, dan rasa kesepian membuat mereka kehilangan sejumlah hubungan,” tukas John Cacciopo, Psikolog asal Universitas Chicago.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia menambahkan, sebelum sesesorang merasa kesepian, dirinya sedang menjalani sebuah hubungan, lalu apa yang dirasakanya menyebar dan menulari teman-temannya yang juga ikut merasakan kesepian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Efek ini dapat diartikan apa yang terjadi dalam diri kita berpegaruh terhadap orang lain, layaknya benang wol yang sambung-menyambung dalam sebuah pakaian hangat,” jelas Cacioppo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski begitu, sekalipun riset berdasar pada catatan sejarah hubungan sukarelawan termasuk informasi yang menyebabkan rasa kesepian, riset tidak menjangkau pembentukan pola infeksi yang disebabkan perasaan kesepian hingga berpengaruh pada kelompok sosial dimana sukarelawan bersosialisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara itu, selain menulari kelompok sosial terdekar, perasaan kesepian juga menulari tetangga sebelah dan teman dekat mereka di linkungan itu. Berdasarkan catatan cacciopo, lamanya penularan membutuhkan waktu seminggu. Kejadian ini menandakan pola penularan sangat dipengaruhi intensitas pertemuan bersama tetangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Riset yang didanai oleh National Institute on Aging, juga menemukan fakta bahwa perempuan cenderung mudah dihinggapi rasa kesepian ketimbang pria, hal ini disebabkan pertimbangan sugesti bahwa perempuan cenderung emosional ketimbang pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Riset juga menyebutkan dari sebagian masyarakat yang merasakan kesepian tidak menaruh kepercayaan pada orang sekitar, dan hal itu menghambat kemampuan mereka saat menjalin hubungan pertemanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Masyarakat mungkin mendapatkan keuntungan dengan berhubungan di luar orang terdekat untuk membantu pola interaksi sosial dan bisa menjaga mereka dari perasaan kesepian yang bisa menganggu hubungan sosial mereka yang kusut,” saran Cacioppo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guna mendalami hasi riset, peneliti terus mengamati sukarelawan selama 2 atau 4 tahun. (republika.co.id)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-3464763746640386408?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/3464763746640386408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/03/rasa-kesepian-menular.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/3464763746640386408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/3464763746640386408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2010/03/rasa-kesepian-menular.html' title='Rasa Kesepian Menular'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-5826780235895589486</id><published>2009-07-24T06:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T06:33:12.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Save Moslem Generation, One Day Without Program TV</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4Ydtdt2sI/AAAAAAAAAPk/F8keRaSkWi0/s1600/google-tv.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4Ydtdt2sI/AAAAAAAAAPk/F8keRaSkWi0/s200/google-tv.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pagi ini saya dibangunkan lagi oleh impian yang telah lama menghantui dijiwa sejak kecil. Seolah mendapatkan kekuatan untuk mewujudkan mimpi itu. Memang saya memiliki dasar ketertarikan terhadap media sebagai wadah “perang pemikiran”. Tidak tanggung-tanggung bukan hanya mimpi tetapi sudah memulai lewat komunikasi biasa, sampai ketika presentasi dikelas atau pencapaian massa yang terluas ketika sedang siaran diradio. Tanggal 26 Juli 2009 digagas “satu hari tanpa TV”, ini tentu hal baru di Indonesia dan masih berkaitan dengan hari anak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Secerca harapan kita sebagai umat muslim bisa mewujudkan media massa yang mengglobal, yang bisa dinikmati penduduk Indonesia bahkan sampai luar negeri. Pertanyaannya sekarang sudah adakah media yang dikuasai oleh umat muslim dinegara kita yang mampu menjangkau 70 % saja “wilayah Indonesia”. Kita belum berbicara penduduk tetapi wilayah Indonesia, ini adalah fakta yang ada dinegeri yang berpenduduk mayoritas umat muslim. Disi lain apakah umat Islam Indonesia semuanya miskin, sehingga menyebabkan kita tidak mampu membuat media yang memberikan ”wadah” untuk umat muslim. Kalau seandainya “iya“, lantas kemana istana-istana mewah, kendaraan-kendaraan pribadi, yang dimiliki oleh warga Indonesia yang ber KTP Islam?.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bukan hal yang mustahil mewujudkan media seperti TV, Radio, Koran Nasional, yang dapat menjangkau warga Negara Indonesia khususnya. Keterbelengguan dalam pikiran yang menghantui membuat semua mustahil, padahal ada yang sudah berhasil. Memang kurangya pemahaman peranan penting media dalam mengubah “tradisi dan budaya masyrakat “ menyebabkan meninggalkan media massa sebagai jalan dakwah. Efektif dan efisen media massa terutama TV dan Radio dalam merubah peradaban adalah alasan yang menjadi perhatian. Lihat apa yang ada disekitar kita, yang menjadi gaya hidup (lifestyle) mereka adalah apa yang ada di TV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Judul tulisan ini merujuk kepada pemikiran untuk ”menyelamatkan generasi muslim, dengan meninggalkan program stasiun TV”. TV sebenarnya seperti pisau, bermanfaat bila digunakan dengan benar atau malah dapat membunuh kita bila salah pemakaiannya. Sangat disayangkan saat ini stasiun-stasiun TV di Indonesia masih komitmen berorientasi komersil, bicara rating. Hanya ada perhatian kecil terhadap kepedulian sosial religius dalam program yang dihadirkan. Siapkah kita bersatu membangun media massa yang menjangkau penduduk negeri ini agar dapat menghadirkan satu pemahaman tentang Islam, siapkan apa yang kita miliki. Uang berapa triliun bukan hal besar kalau kita bersatu dan bicara masalah uang. Kita tidak terlalu berharap kepada pemerintahan yang menuju liberal ini mengatur program yang disiarkan TV. How about me?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-5826780235895589486?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/5826780235895589486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/save-moslem-generation-one-day-without.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/5826780235895589486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/5826780235895589486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/save-moslem-generation-one-day-without.html' title='Save Moslem Generation, One Day Without Program TV'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4Ydtdt2sI/AAAAAAAAAPk/F8keRaSkWi0/s72-c/google-tv.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1944309086360973597</id><published>2009-07-22T20:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T06:41:22.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak'/><title type='text'>Hari Anak Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4aD4VBMxI/AAAAAAAAAPs/fBoCa-F6PQY/s1600/bayi+lucu+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4aD4VBMxI/AAAAAAAAAPs/fBoCa-F6PQY/s320/bayi+lucu+2.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini terinspirasi dari wawancara pagi di radio Elshinta Jakarta. Tanggal 23 Juli adalah diperingati hari Anak Indonesia. Menilik permasalahan hingga saat ini belum juga usai, bahkan semakin menjadi. Anak seolah ditakdirkan menjadi korban dalam pelbagai kejadian. Undang-undang perlindungan anak seolah belum bisa menjadi tameng membuat kekebalan hukum, terakhir kasus ”perjudian” yang melibatkan 10 orang anak. Penjaminan terhadap pendidikan juga memprihatinkan seolah masih ada perlakuan yang deskriminasi terhadap anak didik. ”Orang miskin dilarang sekolah”, sepertinya belum bisa mewakili permasalahan yang dihadirkan untuk pendidikan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiga point penting yang menjadi perhatian dimasa kini, anak-anak dihadapkan dengan permasalahan. Kekerasan fisik, kekerasan psikologis dan kekerasan seksual adalah permasalahan yang tidak hentinya muncul kepermukaan. Secara manusiawi kekerasan fisik seolah ”membinatangkan” sikap manusia. Tidak terlepas dengan permasalahan yang melatar belakangi terjadinya kekerasan fisik.  Faktor ekonomi seolah seolah dipandang sebagai ”center point” timbulnya berbagai macam permasalahan walaupun tidak sepenuhnya benar. Kekuatan iman yang dapat digunakan sebagai benteng kenyataannya dilupakan, tergerus kenikmatan yang semu yang nyata lebih tampak didepan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi faktor ekonomi menghantui dalam dunia pendidikan, hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan sirna lantaran ”hak” itu harus dibayar mahal. Iklan pendidikan gratis ”9 tahun belajar” tidak sesempurna yang disampaikan. Walaupun sebenarnya pendidikan adalah ”long life education”, kita menuntut yang telah digariskan pemerintah wajib ”9 tahun belajar”.  Berapa banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan karena mahalnya ”bangku sekolahan”. Ada permasalahan lain lagi yang tersisi dalam dunia pendidikan, ”pendidikan khusus”. Inklusif, tentu kita jarang mendengar dibahas diberbagai forum dan kalau ada jarang yang aplikasi langsung ke lapangan. Dan tahukah, anak-anak dengan kebutuhan khusus menurut pemikiran penulis akan semakin meningkat jumlahnya!!!. Lantas apa yang menjadi penyebabnya?. Jawabannya ada dibidang medis dan kekuasaan Allah. Mereka adalah korban obat-obatan, pernikahan yang tidak diinginkan (faktor fisik dan psikologis), alkohol, rokok dan lain-lain. Pelajaran demi pelajaran telah Allah berikan setiap manusia lewat ayat-ayat fakta yang ada dalam kehidupan tidak dipahami manusia, seolah manusia menantang untuk ”dibinasakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapa yang bertanggung jawab?, jawabannya adalah pemerintah, masyarakat dan keluarga. Pemerintah memiliki wewenang dalam menghadirkan aturan yang berdasarkan sesuai ketetapan yang sesuai dengan kemaslahatan manusia dan alam. Penegakkan aturan pun faktor yang menentukan keberhasilan. Masyarakat adalah komponen lingkungan psikologis dalam pembentukan perilaku anak. Diamana anak tumbuh, ”peer group” adalah cerminan masa depan. Sedangkan keluarga merupakan sisi terpenting yang menyelamatkan, mengisolasi anak-anak dari dampak negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari anak nasional, anak adalah cerminan masa depan bangsa. Hari anak nasional tahun ini mengangkat tema Anak Indonesia Kreatif, Inovatif dan Tangguh. Kalau boleh kritik terhadap tema ini, tidak mencerminkan nilai-nilai spritual. Semoga masih ada generasi yang menggantikan, bukan tergantikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1944309086360973597?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1944309086360973597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/hari-anak-indonesia_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1944309086360973597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1944309086360973597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/hari-anak-indonesia_22.html' title='Hari Anak Indonesia'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB4aD4VBMxI/AAAAAAAAAPs/fBoCa-F6PQY/s72-c/bayi+lucu+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-8309876530696296047</id><published>2009-07-18T19:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T20:48:40.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='18+'/><title type='text'>“Tante-Tante Berpola Seperti Anak Gadis”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aha,,,, Anda barangkali sering tertipu ketika berhadapan dengan seseorang. Well bicara performance memang barangkali asyik untuk saat ini kita bicarakan. Memang susah untuk membedakan seseorang ”perempuan” dizaman ini. Dilematis memang ”tante-tante berpola seperti anak gadis”, sedangkan ”anak gadis berpola tante-tante yang tak jelas siapa suaminya”. Semoga penekanan kalimat dan perbedaan kata yang dituliskan bisa dipahami. Berbeda dengan dahulu, contoh terdekat dimasa saya kecil sekitar tahun 95 an, yang relatif belum terlalu lama masih dalam hitungan belasan tahun. Apabila seseorang yang telah berpredikat sebagai seorang Ibu maka secara penampilan luar ”Dia” harus berubah apalagi yang menyangkut masalah Psikologis. Sudah sepatutnya ada perbedaan dari mode pakaian yang mencerminkan kepribadian dan tentunya secara nyata perilaku berubah tidak kekanakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik apa yang ada dilapangan seolah pandangan kita dihiasi dengan hal yang lucu, tentu Anda tidak akan merasakannya jika tidak peduli atau respon terhadap disekitar atau bahkan Anda larut didalamnya. Bukan bermaksud menghakimi tetapi sungguh miris melihat penerus dunia dimasa yang akan datang. Sebenarnya ada sesuatu yang paling dikhawatirkan dengan perilaku yang berkembang ”kerusakan dimuka ini semakin menjadi”. Perilaku adalah suatu sistem, seperti kita ketahui bahwa sistem terbentuk dari berbagai unsur. Judul dari tulisan ini hanya ”atom” pembentukan perilaku lainnya, sedangkan perilaku ini sendiri terbentuk dari ”atom” perilaku yang lainnya. How about me?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-8309876530696296047?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/8309876530696296047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/tante-tante-berpola-seperti-anak-gadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/8309876530696296047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/8309876530696296047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/tante-tante-berpola-seperti-anak-gadis.html' title='“Tante-Tante Berpola Seperti Anak Gadis”'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1052817699957720655</id><published>2009-07-17T08:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T18:08:24.760-07:00</updated><title type='text'>"Sarangan On The Cover"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #33ff33;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359447719951204338" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVTkP3__I/AAAAAAAAADA/QFh1uR3o5_s/s320/DSCN0165.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc66cc;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc66cc;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359447725586686994" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVT5PepBI/AAAAAAAAADI/owKLHfYNQ0s/s320/DSCN0181.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359447706229184850" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVSxISmVI/AAAAAAAAACw/NphkV0_EwyM/s320/DSCN0197.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc66cc;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVTCe6gcI/AAAAAAAAAC4/Vrv6AO40W2A/s1600-h/DSCN0153.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVTCe6gcI/AAAAAAAAAC4/Vrv6AO40W2A/s1600-h/DSCN0153.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359447710887477698" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVTCe6gcI/AAAAAAAAAC4/Vrv6AO40W2A/s320/DSCN0153.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: left; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #33ff33;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #33ff33;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #33ff33;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1052817699957720655?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1052817699957720655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/sarangan-on-cover.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1052817699957720655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1052817699957720655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/sarangan-on-cover.html' title='&quot;Sarangan On The Cover&quot;'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/SmCVTkP3__I/AAAAAAAAADA/QFh1uR3o5_s/s72-c/DSCN0165.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-8948621919590468207</id><published>2009-07-04T06:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T20:42:24.201-07:00</updated><title type='text'>Tulisan ini semoga dapat bermanfaat untuk kita semua dalam melaksanakan amanah dakwah diradio.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;About me. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kecil yang berada jauh dari glamour kota, menyepi terisolasi dipedesaan jauh pedalaman. Menempati rumah mungil merupakan rumah dinas guru, dengan dua kamar, ruang tamu dan ruang makan, itu saja. Bernyanyi bermain bersama alam, menyambut secerca cahaya mentari terbetik harapan menjulang tinggi dengan cita-cita. Saya adalah sosok yang mempunyai persamaan dengan kakakku yang nomer dua memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar tidak pernah merasa puas dengan keadaan yang monoton. Terakhir langkah besar yang diambil oleh kakak saya yang sulit dinalar orang kebanyakan yaitu keluar diperusahaan tempat dia bekerja notabene dari segi kesejahteraan mencukupi, dengan konsukuensi hingga tulisan ini diketik ijazah sarjananya ditahan. Saya adalah asisten pribadi yang setia bertanggung jawab atas setiap misi eksprimen yang kami lakukan dalam membongkar entah itu mainan yang baru dibelikan atau bahkan alat-alat elektronik terkadang jadi sasaran. Perbedaannya saya dengan kakak saya dia adalah orang yang setia dirumah “at home” sedangkan saya adalah orang petualang yang suka menjelajah alam, pergi ikut berburu, mencari burung, mencari ikan, ikut tetangga pergi kesawah walau mulai SMA saya lebih senang dirumah menggantikan peran Ibu tercinta “jadi koki”. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dan Bapak tercinta adalah orang yang berperan dalam mendidik kami. Didikan dari orang tua yang membuka hati dan pikiran untuk dapat bercita-cita, terbang tinggi bersama pelangi. Masa SMP akhir saya mulai menyadari betapa luar biasa arti sebuah didikan orang tua yang membentuk karakter seorang anak. “Persona” pelajaran yang baru aku dapatkan dibangku kuliah, kita sampai sekarang berusaha untuk selalu memakai topeng yang akan membelenggu kita, hidup penuh dengan kepura-puraan. Bahkan kitapun belum siap untuk menerima orang lain tanpa ”topeng”, no body is ferfect hal inilah membuat kekuatan untuk dapat menerima segala kekurangan diri sendiri atau orang lain. Ibu adalah sosok yang saya kagumi pribadi yang unik, paling senang lihat Ibu kalau lagi marah sambil bekerja membersihkan rumah, karena saya tidak beres melaksanakan tugas ini (oh,, maafkan anakmu) atau paling seru ketika sedang masak bersama dengan Ibu pasti ada aja perang beda bumbu (aku merindukan). Bapak adalah pribadi yang mengajarkan kesederhanaan, tauladan yang nyata dalam hidupku. Tidak terbesit kata-kata berisi ungkapan mendamba sesuatu yang muluk-muluk atau mengikuti trend kehidupan yang flexible, Bapak mengajarkan kami harapan kehidupan menjadi orang besar yang terlahir dari orang kecil lewat motivasi cerita tokoh-tokoh terkemuka, memberi manfaat kepada orang lain. Bapak sosok orang pendiam tidak pernah marah, selalu menempatkan diri mengalah. Sekali lagi teladan dengan sikap adalah hal terbaik bukan dengan kata-kata saja. Titip salam rindu untuk Bapak dan Ibu lewat tulisan ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-8948621919590468207?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/8948621919590468207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/tulisan-ini-semoga-dapat-bermanfaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/8948621919590468207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/8948621919590468207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/tulisan-ini-semoga-dapat-bermanfaat.html' title='Tulisan ini semoga dapat bermanfaat untuk kita semua dalam melaksanakan amanah dakwah diradio.'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210171793403448758.post-1364537353890300362</id><published>2009-07-04T05:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T20:51:06.027-07:00</updated><title type='text'>"Love to Share Love to Care"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekapur Sirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sepuluh tahun lalu jauh berbeda dengan saat ini, tatkala setiap insan bernyanyi bersama alam, bangun tidur dengan jelanga lampu dihidung. Sekarang lebih akrab dengan perumahan dan penggundulan hutan. Perkembangan pesat yang terjadi seiring masuknya listrik, dan fasilitas asgor “aspal goreng” memberi dampak yang luas. Transformasi informasi melalui media seakan tak dapat dibendung menjejali ruang-ruang rumah tangga. Tidak dapat dipungkiri dampak positif dan negatif terjadi dikomunitas masyarakat. Media komunikasi adalah jalan penyampaian informasi yang ingin disampaikan, perang media nampaknya tidak seimbang, terjadi karena pemilik modal dan orang yang mengerti akan peran strategis media informasi. Ketertarikan terhadap radio dimulai masa kecil, radio merupakan barang aneh tanpa sambungan perantara bisa menerima suara itulah pikiran yang muncul dibenak. Saya dimasa kecil sudah bisa membedakan siaran FM dan MW atau AM, dimasa kecil ada dua radio ditempat saya yang masih diingat yaitu radio Framara FM dan Radio Nusa Indah”rasis tania” difrekuensi AM.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlepas dari ”dua saudara” yang ingin menandingi penemu bersaudara pesawat terbang, saya dan kakak saya terus ”meneliti” terkait dengan radio mulai pesawat penerima sampai dengan pemancar radio. Dimasa SD (jarak dengan kakak terpaut 3 tahun) kami sudah berhasil memanipulasi ”wireless microphone” sebagai pemancar mini difrekuensi fm dengan jarak tidak lebih beberapa meter saja. Misi ini merupakan sebagian kecil dari misi kami, maka tidak heran masa SMP kakak saya sudah menerima orderan perbaikan alat elektronik yang terus berdatangan walau tidak pernah diiklankan (heee,hee,,), sedangkan saya tetap jadi asisten setia yang mengelola segala sesuatu sampai masalah keuangan sekalipun (maklum buat nabung beli perlangkapan eksprimen yang lebih banyak gagalnya). Kembali kemasalah radio kami fokus kepada pemancar dan akhirnya cita-cita itu terwujud pada tahun 2004. Berawal dari iseng memutar lagu dicompact disk ”dewi asmara”, dimonitor oleh pemuda desa dan langsung menyamperi dirumah memberikan usul agar sekalian benar-benar mendirikan radio. Akhirnya dibawah label menajemen karang taruna ”Amphibi” didirikanlah radio komunitas dengan nama ”The Funky FM”. Hal unik yang terjadi dengan nama radio, sempat terjadi tarik ulur, ide nama The Funky digagas oleh adik dari teman yang menyuplai kaset-kaset untuk kebutuhan siaran. Anda jangan membayangkankan content siaran yang diusung selaras dengan nama radio ini, sebenarnya ini pula penyebab perbedaan penamaan selain kata yang tidak familiar dimasyarakat notabene pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dari nol, tidak ada yang mengerti tentang radio sedikitpun kalau masalah cangkul mencangkul, bersawah, bertani, berkebun semua adalah ahlinya. Bermodal nekat dan semangat yang tinggi menjunjung prinsip gotong royong terukir seperti tower antena radio (biar keren bukan tiang) berdiri angkuh membelah angkasa bumi ”sekundang setungguan” Bengkulu Selatan, terbuat dari pohon bambu ”manyan” (nama jenis bambu) bersandar diatas pohon manggis. Tujuan itu adalah hal yang pasti kami ketahui ”menghibur” dan ternyata ini adalah hal penting yang perlu ditetapkan. Tidak ada istilah Produser, Music Director, Production House, Traffic, Finance atau apalah istilah dalam radio. Semua berjalan dari satu siaran kesiaran berikutnya yang penuh dengan kritikan baik sesama person atau dari pendengar. Siapa nyana The funky akhirnya bisa eksis dipuncak kejayaan walau akhirnya hilang ditelan masa. Tulisan ini berawal dari pengalaman seorang yang mendeklrasikan diri sendiri sebagai penyiar termuda di Bengkulu Selatan dimasa kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210171793403448758-1364537353890300362?l=herbosarnoldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/feeds/1364537353890300362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/love-to-share-love-to-care.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1364537353890300362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210171793403448758/posts/default/1364537353890300362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herbosarnoldi.blogspot.com/2009/07/love-to-share-love-to-care.html' title='&quot;Love to Share Love to Care&quot;'/><author><name>Fauzan Imtihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13114767082082060528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZoDX2aVXYoo/TB2xNzndqmI/AAAAAAAAAO8/AXGrCdtUPEk/S220/18661_1237078445440_1183617830_30685157_4261639_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
